Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Anime Sentenced to Be a Hero: Ketika Jadi Pahlawan Adalah Hukuman Mati (Dan Kita Malah Ketawa)

Review "Sentenced to Be a Hero": Ketika Jadi Pahlawan Adalah Hukuman Mati (Dan Kita Malah Ketawa)


Watch Online Here

Pernahkah kalian merasa Senin pagi adalah hukuman paling berat dalam hidup? Atau mungkin kalian merasa kena "hukuman" saat disuruh nemenin pacar belanja keliling mal selama 5 jam? Nah, simpan dulu keluhan kalian. Mari kita kenalan dengan Zent, protagonis kita di anime terbaru yang judulnya bikin para pencari kerja geleng-geleng kepala: Sentenced to Be a Hero (Kizuna no Hikari).

Bayangkan skenario ini: Kamu adalah seorang kriminal kelas kakap. Bukannya dijebloskan ke penjara buat makan nasi cadong, atau dihukum gantung, pemerintah malah bilang, "Hey, kamu kami hukum jadi Pahlawan!"

Terdengar enak? Oh, tunggu dulu. Di dunia ini, menjadi "Pahlawan" bukan berarti dapet medali, dipuja-puji warga, atau punya harem berisi elf cantik. Di sini, jadi pahlawan itu setara dengan jadi "umpan peluru" di barisan paling depan melawan pasukan iblis yang bentuknya lebih serem daripada muka penagih pinjol.


Sinopsis: Pahlawan Kok Napasnya Senen-Kemis?

Zent adalah mantan pemimpin ordo ksatria yang melakukan dosa besar (yang belum bakal saya bocorkan biar kalian nonton sendiri). Hukumannya? Dia dimasukkan ke dalam Unit Pahlawan Terhukum. Ini adalah tim khusus yang isinya orang-orang "buangan" yang dipaksa bertarung sampai mati.

Aturannya sederhana tapi jahat:

  1. Kamu harus melawan monster paling ganas.

  2. Kamu nggak boleh kabur.

  3. Kalau kamu mati, ya sudah, itu memang bagian dari hukumanmu.

  4. Kalau kamu selamat... ya besok disuruh berantem lagi sampai mati.

Ini bukan anime Isekai di mana karakter utamanya dapet kekuatan overpowered dari dewi cantik. Zent justru lebih sering terlihat seperti orang yang kurang tidur, kurang kopi, dan sangat-sangat ingin pensiun dini tapi nggak bisa karena lehernya dipasangi kalung yang bisa meledak (oke, mungkin bukan meledak, tapi intinya dia terikat kontrak mati).


Karakter: Kumpulan Orang Bermasalah yang Mencoba Menyelamatkan Dunia

Yang membuat anime ini kocak adalah dinamika karakternya. Lupakan tim pahlawan yang solid dan penuh persahabatan seperti di One Piece atau Naruto. Tim di Sentenced to Be a Hero lebih mirip grup WhatsApp keluarga yang isinya debat politik semua.

  • Zent: Sang tokoh utama yang sinisnya minta ampun. Dia punya aura "Gue capek hidup tapi kok nggak mati-mati". Keahlian utamanya bukan cuma nebas monster, tapi juga ngeluarin komentar pedas yang bikin musuhnya kena mental duluan sebelum kena pedang.

  • The Heroine (Fidelya): Dia adalah pengawas Zent. Bayangkan punya bos di kantor yang super disiplin, galak, tapi sebenarnya peduli, cuma caranya menunjukkan kepedulian itu lewat latihan fisik yang menyiksa. Hubungan mereka bukan romance menye-menye, tapi lebih ke arah stockholm syndrome yang dibalut komedi gelap.

  • Pasukan Iblis: Biasanya di anime lain, raja iblis itu keren dan berwibawa. Di sini? Mereka kayak bos korporat yang lagi burnout dan bingung kenapa mereka harus ngurusin pahlawan-pahlawan yang sifatnya ajaib begini.


Mengapa Anime Ini Layak Tonton? (Selain Karena Gratisan)

1. Konsep "Anti-Hero" yang Beneran "Anti"

Biasanya, anti-hero itu cuma gaya-gayaan doang. Pakai baju item, muka ditekuk, tapi ujung-ujungnya nolongin kucing di pohon. Zent? Dia nolongin dunia karena kalau dunianya hancur, dia nggak bisa dapet jatah makan siang. Motivasi yang sangat realistis bagi kita kaum budak korporat, bukan?

2. Visual yang Nggak Main-Main

Studio yang menggarap anime ini kayaknya dapet suntikan dana dari sultan. Efek pertarungannya gila! Setiap tebasan pedang Zent terasa berat dan punya dampak. Monster-monsternya juga didesain dengan tingkat detail yang bikin kita mikir, "Ini animatornya tidur berapa jam sehari ya?"

3. Komedi Gelap yang "Relatable"

Humor di anime ini banyak menyindir tentang sistem kerja, hierarki sosial, dan nasib orang-orang di kasta bawah. Ada adegan di mana Zent mengeluh tentang "lembur" saat melawan naga raksasa. Siapa sih yang nggak merasa terwakili? Kita semua adalah Zent di dunia nyata, bedanya kita melawannya lewat spreadsheet Excel, dia pakai pedang besar.


Analisis Mendalam (Sambil Makan Gorengan)

Kalau kita bedah lebih dalam (nggak dalam-dalam banget sih, takut tenggelam), Sentenced to Be a Hero sebenarnya adalah kritik sosial yang dibungkus dengan genre dark fantasy.

Judulnya sendiri sudah kontradiktif. "Hero" biasanya diasosiasikan dengan kemuliaan, sedangkan "Sentenced" (Dihukum) diasosiasikan dengan kehinaan. Menggabungkan keduanya menciptakan sebuah premis yang segar di tengah gempuran anime Isekai yang template-nya itu-itu aja (Mati ketabrak truk -> Ketemu Dewi -> Jadi Dewa).

Zent tidak ingin menyelamatkan dunia. Dia hanya ingin menebus dosanya atau setidaknya mati dengan tenang. Tapi ironisnya, semakin dia mencoba untuk "menyelesaikan" hukumannya, dia malah semakin terlihat seperti pahlawan beneran di mata orang lain. Ini adalah komedi situasi tingkat tinggi!


Kekurangan (Karena Gak Ada yang Sempurna Selain Dia yang Sudah Jadi Mantan)

Tentu saja, anime ini punya celah. Kadang pacing-nya terasa agak buru-buru. Ada beberapa bagian di mana kita pengen tahu lebih banyak soal masa lalu anggota tim yang lain, tapi ceritanya langsung loncat ke adegan baku hantam. Selain itu, buat kalian yang nggak suka darah atau gore, mungkin perlu sedia plastik di sebelah tempat duduk, karena anime ini cukup "merah".


Kesimpulan: Tonton atau Skip?

Tonton! Terutama kalau kamu:

  1. Sudah muak dengan protagonis yang terlalu baik hati dan naif.

  2. Suka dengan humor yang agak sarkas dan gelap.

  3. Lagi butuh tontonan yang visualnya memanjakan mata tapi ceritanya nggak berat-berat banget sampai bikin filsafat sendiri.

Sentenced to Be a Hero adalah sebuah pengingat bahwa terkadang, melakukan hal benar itu rasanya memang kayak hukuman. Tapi ya sudahlah, jalani saja sambil ngomel, siapa tahu nanti dapet season dua.

Skor Akhir: 8.5/10 (Setengah poin dikurangi karena Zent terlalu ganteng buat orang yang katanya lagi dihukum).


Apakah kamu merasa hidupmu lebih berat dari Zent yang dihukum jadi pahlawan? Atau kamu punya rekomendasi anime "orang susah" lainnya?


发表评论 for "Anime Sentenced to Be a Hero: Ketika Jadi Pahlawan Adalah Hukuman Mati (Dan Kita Malah Ketawa)"